Sebanyak 22 institusi, termasuk Binus University, menandatangani Piagam Kerja Sama dalam agenda Multi-Helix Hub pada QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Bali, pada 3 November 2026. Kerja sama ini menjadi bagian dari ekosistem National Ecosystem for Synergistic Transformation (NEST) yang menggabungkan sektor pendidikan, industri, pemerintah, media, komunitas, dan yayasan untuk memperkuat transformasi pendidikan berkelanjutan.
Ekosistem NEST: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Pendidikan
Ekosistem NEST dirancang untuk memperkuat sinergi antar sektor melalui empat pilar utama: pengembangan talenta masa depan, inovasi kolaboratif, pemanfaatan sumber daya bersama, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Program yang dihasilkan mencakup pelatihan dan pendampingan, riset bersama, proyek inovasi, serta perluasan akses terhadap pengalaman kerja dan kesempatan karier. Melalui kolaborasi ini, para mitra diharapkan dapat menyusun inisiatif bersama yang memperkuat kesiapan generasi muda, mendorong inovasi, serta memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat secara luas.
Penguatan Relevansi Pendidikan di Tengah Perubahan Cepat
CEO Bina Nusantara, Bernard Gunawan, menegaskan bahwa tujuan utama NEST adalah menjaga relevansi pendidikan dalam menghadapi transformasi teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Ia menekankan, “Keberhasilan ekosistem ini akan terasa jika kerja sama kita membuka kesempatan, meningkatkan kemampuan, dan membantu masyarakat tumbuh lebih mandiri.” Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari dialog yang telah dilakukan di Jakarta (Agustus 2026) dan Bogor (Oktober 2026), yang membahas pemetaan potensi dan peluang kolaborasi strategis. Di sisi lain, perwakilan industri, Haryanto Pratantara dari Kurnia Ciptamoda Gemilang, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menutup kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri, khususnya melalui pendirian pusat pelatihan berkualitas dan program pelatihan berkelanjutan. Ia menambahkan, “Mengingat saat ini semuanya bergerak sangat cepat dan berubah di semua sektor, khususnya teknologi,” sehingga kolaborasi yang dinamis menjadi kunci keberhasilan.
Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8738595/binus-dan-21-institusi-sepakati-kerja-sama-di-qs-summit-asia-pacific-2026