Kasus penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kembali menjadi perhatian publik. Penyadapan yang dilakukan sejak 2025 tanpa prosedur resmi menargetkan sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Prabowo Subianto, tokoh politik, dan pengusaha. Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menyatakan bahwa pelaku diduga menggunakan sistem LIMS tanpa verifikasi hukum, melanggar Perkap Nomor 5 Tahun 2010. Selain Listyo Sigit, dua perwira tinggi Polri lainnya, Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso, juga turut diseret dalam kasus ini dan disangkakan dengan Pasal 258 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Gejala Fisik dan Teknis yang Mengindikasikan Penyadapan
Menanggapi kasus tersebut, Ahli Teknologi Informasi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Taufiqurrahman, mengungkap ciri-ciri ponsel yang diduga sedang disadap. Salah satu tanda pertama adalah adanya suara yang terdengar seperti dari jarak jauh saat melakukan panggilan telepon. Jika suara tersebut terdengar tidak normal atau terdapat suara statis, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa percakapan sedang direkam atau disadap secara ilegal. Untuk memverifikasi, ia menyarankan penggunaan ponsel lain di dekat perangkat yang dicurigai; jika suara masih terdengar, kemungkinan besar ada pihak ketiga yang mendengarkan.
Perilaku Aneh pada Perangkat dan Kebiasaan Penggunaan
Taufiqurrahman juga menyoroti perilaku aneh pada perangkat, seperti kesulitan mematikan telepon meski sudah menekan tombol power. Jika lampu layar tetap menyala atau perangkat tidak merespons dengan cepat, hal ini bisa menandakan adanya perangkat lunak berbahaya yang mengendalikan ponsel dari jarak jauh. Selain itu, penggunaan baterai yang cepat habis tanpa aktivitas berat juga menjadi peringatan. Proses rekaman atau pengiriman data secara terus-menerus akibat penyadapan dapat mempercepat pengurasan daya baterai. Peningkatan penggunaan paket data tanpa alasan jelas, seperti data habis dalam waktu singkat meski tidak ada aktivitas berat, juga perlu diwaspadai. Ia menekankan bahwa penggunaan data yang tiba-tiba meningkat bisa disebabkan oleh aplikasi yang tidak dikenal atau perangkat lunak mata-mata yang aktif secara diam-diam. Bahkan, munculnya pesan singkat dari nomor tak dikenal yang berisi angka, simbol, atau karakter acak bisa menjadi tanda perangkat sedang dikendalikan secara remote. “Pada beberapa kasus ini dapat dilihat jika perangkat lunak tidak bekerja dengan benar dan terjadi secara teratur,” ujarnya. Ia menuturkan bahwa jika layar ponsel menunjukkan aktivitas tak wajar, seperti aplikasi yang mengunduh sendiri atau perangkat menyala-mati secara otomatis, itu merupakan indikasi kuat bahwa perangkat sedang dikendalikan oleh pihak luar. “Jika menyala, mati, menyala, atau mengunduh aplikasi dengan sendirinya, artinya perangkat HP sedang dikendalikan oleh peretas,” terangnya.
Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8738287/heboh-kasus-penyadapan-ini-ciri-ciri-hp-terkena-sadap-menurut-pakar-it-umsura