Peningkatan Pengajar Asing di Kampus Indonesia, Tapi Rendah dalam Sitasi Riset Menurut QS WUR 2027

Sebanyak 20 perguruan tinggi di Indonesia berhasil masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027, dengan tujuh institusi masuk dalam jajaran Top 500 global dan tujuh lainnya mengalami kenaikan peringkat. Peningkatan signifikan terjadi pada indikator rasio pengajar internasional, yang menunjukkan tren kenaikan sebesar 60 persen di kalangan perguruan tinggi nasional, sebagaimana disampaikan oleh Wesley da Silva Sequeira, Product and Advisor dari QS Quacquarelly Symonds, dalam sesi Country Spotlight: Indonesia pada QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali, 3–5 November 2026.

Penguatan Kualitas Pengajaran Melalui Tenaga Internasional

Wesley menjelaskan bahwa institusi-universitas unggul di Indonesia kini semakin aktif menarik tenaga pengajar dari luar negeri, baik untuk mengajar maupun melakukan riset. “Jadi terdapat perguruan tinggi terkemuka Indonesia di pemeringkatan ini yang pada dasarnya menarik lebih banyak pengajar internasional, punya lebih banyak talenta dari luar negeri, yang mengajar dan melakukan riset di institusi mereka,” ujarnya. Universitas Brawijaya (UB) menjadi contoh paling mencolok, naik 64 posisi ke peringkat 616, didorong oleh peningkatan rasio pengajar terhadap mahasiswa dan rasio pengajar internasional. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) tetap bertahan di posisi Top 200, sedangkan IPB University meraih peringkat terbaik di Indonesia untuk indikator rasio pengajar terhadap mahasiswa, masuk dalam jajaran Top 130 global.

Kendala Utama: Rendahnya Sitasi Riset dan Reputasi Pemberi Kerja

Di sisi lain, capaian terendah ditemukan pada indikator sitasi per pengajar (citations per faculty), dengan rata-rata skor hanya 2,6, jauh di bawah rata-rata negara lain. “Kita tidak bicara tentang keseluruhan produksi science papers, publikasi akademik dari institusi, tetapi spesifik soal sitasi yang pengajar mereka peroleh dari paper yang dipublikasi. Jadi spesifik soal pengajar memproduksi riset, yang skornya lebih rendah dibandingkan negara lain,” jelasnya. Selain itu, 50 persen (10) perguruan tinggi Indonesia mengalami penurunan dalam indikator reputasi pemberi kerja, menunjukkan bahwa kualitas lulusan belum sepenuhnya diakui secara global maupun domestik. Namun, sebanyak 20 kampus mencatatkan rata-rata skor tertinggi dalam indikator sustainability, dengan nilai 52,9, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8738020/qs-wur-2027-makin-banyak-kampus-ri-gandeng-pengajar-asing-rendah-di-sitasi-riset