Kukang Bangka yang Dikira Punah Akhirnya Ditemukan Kembali di Pulau Bangka

Pada 7 Juli 2025, Pusat Penyelamatan Satwa Liar Alobi di Pulau Bangka berhasil menemukan keberadaan kukang bangka (Nycticebus bancanus), spesies asli Indonesia yang sempat dinyatakan punah oleh komunitas ilmiah global. Penemuan ini menandai kebangkitan harapan bagi upaya konservasi, setelah hampir satu abad tidak tercatat secara ilmiah sejak 1937. Kini, spesies yang tercantum dalam Daftar Merah IUCN sebagai Sangat Terancam Punah (Possibly Extinct) telah terbukti masih hidup, dengan lebih dari 90 ekor diketahui berada di bawah perlindungan Alobi sejak 2015 hingga 2025.

Temuan Ilmiah yang Mengguncang Dunia Konservasi

Penemuan kukang bangka kembali menjadi sorotan internasional setelah makalah ilmiah berjudul “Rediscovery of Nycticebus bancanus in Bangka Island, Indonesia” diterbitkan dalam jurnal Spixiana edisi Oktober 2026. Studi ini mengungkap bahwa sejak 1937, tidak ada catatan ilmiah yang valid tentang keberadaan spesies ini, meskipun sebelumnya ilmuwan HJV Sody pernah mencatat adanya tiga ekor kukang jantan dewasa di Bangka, tanpa menyertakan lokasi atau tanggal pasti pengamatan. Rekaman museum yang ditinjau ulang menunjukkan bahwa spesimen yang dikumpulkan Sody hidup antara November 1930 hingga September 1932, menjadi bukti awal keberadaan spesies tersebut.

Pelanggaran Habitat dan Ancaman Manusia

Penelitian Supriatna dkk. pada 2017 menunjukkan bahwa antara 2000 hingga 2012, kukang bangka kehilangan 62 persen dari habitat aslinya akibat deforestasi. Faktor utama yang menyebabkan kerusakan ekosistem adalah penambangan timah ilegal dan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Selain itu, spesies ini juga menjadi korban perdagangan ilegal sebagai hewan peliharaan, terutama karena viralnya video yang menampilkan kukang sebagai hewan lucu di media sosial. Sejak 2021, Alobi mencatat 43 kasus penyelamatan kukang, dengan 39 ekor ditemukan di lokasi yang diketahui. Salah satu kasus menarik terjadi pada 17 November 2021, saat seekor kukang ditemukan di sebuah sekolah di Kimak, sementara dua lainnya ditemukan di rumah warga di Air Mesiu dan Kacang Pedang, serta seekor yang terluka ditemukan di mobil pikap pada 4 Agustus 2024.

“Kami senang dapat berkontribusi pada catatan ilmiah untuk menunjukkan bahwa kukang bangka tidak punah, tetapi spesies ini masih sangat dekat dengan kepunahan,” kata Langkat San, salah satu staf Alobi, dikutip dari Earth.com, Selasa (3/11/2026). Sebanyak 86 ekor kukang telah berhasil dikembalikan ke alam di tujuh lokasi konservasi, termasuk Taman Hutan Bukit Mangkol di Bangka Tengah (37 ekor), Taman Alam Permisan di Bukit Nenek (22 ekor), dan Taman Hutan Gunung Menumbing di Bangka Barat (15 ekor).

Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8736696/disorot-dunia-kukang-bangka-asli-ri-hampir-punah-karena-tambang-dan-sawit