Sebuah meteorit berwarna merah muda yang ditemukan di wilayah gurun Sahara pada 2022 terungkap sebagai salah satu sampel tertua dari Planet Mars, dengan usia lebih dari 4,1 miliar tahun. Batuan seberat sekitar 800 gram ini, yang diberi nama Teghaza 001 berdasarkan lokasi penemuannya di dataran garam Mali, menjadi salah satu dari tiga meteorit Mars paling tua yang pernah ditemukan di Bumi. Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan NASA dan diterbitkan dalam jurnal Science menegaskan asal-usulnya dari Mars dan memberikan wawasan langka mengenai kondisi kerak planet tersebut pada masa awal pembentukan.
Temuan Unik dari Sampel Mars Tertua
Para ilmuwan yang mendukung penelitian ini, termasuk Yang Liu dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, menyatakan bahwa Teghaza 001 memiliki karakteristik mineral dan tekstur yang sangat berbeda dibandingkan meteorit Mars lainnya. Dibandingkan dengan ALH84001 yang hampir seumurannya atau Black Beauty yang terbentuk sekitar 2,1 miliar tahun lalu, Teghaza 001 menunjukkan campuran mineral batuan beku yang lebih beragam. Hal ini mengindikasikan proses pembentukan kerak Mars dari pendinginan magma yang kemudian mengalami perubahan akibat interaksi dengan air di bawah permukaan. “Baru setelah kami mulai mengamatinya secara lebih dekat, kami menyadari bahwa meteorit ini benar-benar unik,” ujar Liu seperti dikutip dari laman NASA.
Metode Penanggalan Inovatif dan Potensi Ilmiah Luas
Salah satu keunggulan penelitian ini adalah penerapan teknik penentuan usia rubidium-stronsium in situ oleh tim dari California Institute of Technology (Caltech), yang dipimpin oleh Francois Tissot. Teknik ini memungkinkan analisis mineral secara individual tanpa melarutkan seluruh sampel, sehingga mempertahankan integritas meteorit untuk penelitian mendatang. “Saat ini, hanya ada sedikit laboratorium di dunia yang mampu melakukan penanggalan usia dengan metode ini. Kami juga menjadi yang pertama menerapkannya untuk menentukan usia meteorit Mars yang sangat tua,” ungkap Tissot. Hasil analisis menunjukkan bahwa Teghaza 001 mengalami perubahan akibat interaksi dengan air sekitar 4,1 miliar tahun lalu, yang menunjukkan bahwa siklus air di Mars purba jauh lebih dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya. Peneliti juga mengidentifikasi kemungkinan batuan ini menyimpan jejak atmosfer Mars saat planet tersebut mulai kehilangan air. “Kami baru mengungkap sebagian kecil dari apa yang bisa dipelajari,” tambah Liu, menegaskan bahwa penelitian ini baru merupakan awal dari eksplorasi lebih dalam terhadap sejarah geologi Mars.
Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8737085/ditemukan-di-gurun-sahara-meteorit-mars-ini-berusia-lebih-dari-4-1-miliar-tahun