Sejarah penyadapan tidak hanya menjadi alat intelijen, tetapi juga menjadi pemicu perubahan politik besar, bahkan menggulingkan pemimpin negara. Salah satu kasus paling menonjol terjadi pada 1974, ketika Skandal Watergate memaksa Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon, mengundurkan diri. Peristiwa ini menandai titik balik dalam sejarah demokrasi AS, sekaligus mengungkap sistem pengawasan yang melampaui batas hukum. Dalam konteks modern, teknologi seperti Lawful Interception Management System (LIMS) kini menjadi sorotan, terutama setelah dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan pejabat tinggi di Indonesia pada 2025–2026, yang baru terungkap pada akhir Oktober 2026.
Skandal Watergate: Pengunduran Diri Presiden Pertama di AS
Peristiwa Watergate bermula dari penyadapan terhadap kantor Partai Demokrat di kompleks Watergate, Washington DC, pada 28 Mei 1972. Lima orang ditangkap pada 17 Juni 1972 saat berusaha memperbaiki perangkat pengawasan. Investigasi yang dilakukan oleh jurnalis The Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein, mengungkap keterkaitan pelaku dengan tim kampanye Presiden Nixon. Keberadaan sistem perekam percakapan di Gedung Putih kemudian terungkap pada Juli 1973, menjadi bukti kunci dalam penyelidikan. Pada Juli 1974, Komite Kehakiman DPR AS menyetujui pasal pemakzulan atas Nixon terkait penghalangan penyelidikan dan penyalahgunaan kekuasaan. Menghadapi tekanan politik, Nixon mengundurkan diri pada 9 Agustus 1974, menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang melakukan hal tersebut.
Telegram Zimmermann dan Perubahan Jalannya Perang Dunia I
Pada Januari 1917, Unit Room 40 Inggris berhasil memecahkan kode rahasia dari Menteri Luar Negeri Jerman, Arthur Zimmermann. Telegram tersebut menawarkan aliansi militer dengan Meksiko jika Amerika Serikat memutuskan bergabung dalam Perang Dunia I. Dalam imbalannya, Jerman berjanji mendukung Meksiko merebut kembali Texas, New Mexico, dan Arizona. Informasi ini diserahkan kepada Presiden AS Woodrow Wilson pada 24 Februari 1917, dan mulai diketahui publik melalui media pada 1 Maret 1917. Terungkapnya pesan tersebut memicu kemarahan publik AS dan menjadi salah satu faktor penentu yang mendorong Kongres menyatakan perang terhadap Jerman pada 6 April 1917. National Archives mencatat bahwa Telegram Zimmermann turut memperkuat keputusan politik AS untuk terlibat dalam konflik global.
Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8738722/5-penyadapan-legendaris-dalam-sejarah-ada-yang-bikin-presiden-tumbang