Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Risbang Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi Smart Fire Fighter Motorcycle yang dipamerkan dalam acara Strategic Platform for Action, Research, and Collaboration (SPARC) 2026 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Inovasi berbasis sepeda motor ini dinilai berpotensi meningkatkan respons awal terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Smart Fire Fighter Motorcycle: Solusi Cepat untuk Karhutla
Produk yang dikembangkan oleh tim riset UNJ ini dirancang sebagai alat pemadam kebakaran portabel yang dapat bergerak cepat melalui jalur sempit dan area terbatas. Dengan harga sekitar Rp 30 juta, motor ini mampu menyemprotkan air hingga jarak 20 meter. Menurut Fauzan, keunggulan utamanya terletak pada kemampuan langsung mengakses sumber air tanpa perlu menunggu alat berat atau mobil pemadam. “Nah produk pemadam kebakarannya motor itu kalau menurut saya sekarang lagi dibutuhkan. Tadi harganya juga termasuk terjangkau sekitar Rp 30 juta dan dia bisa (memadamkan) sejauh sampai 20 meter,” ujarnya.
Motor ini dilengkapi pompa sentrifugal terintegrasi (embedded centrifugal pump) yang memungkinkan pengambilan air langsung dari permukaan tanah, terutama di lahan gambut yang memiliki air dekat permukaan. Fitur ini sangat krusial karena menurut Fauzan, meskipun sumber air ditemukan, pompa untuk menarik air tetap mahal dan tidak selalu tersedia. “Jadi kalau tadi kalau saya lihat dia bisa segera buat, kan tinggal dibolongin tuh dan tadi pakai motor ya. Kalau menurut saya itu sekarang sedang juga dibutuhkan,” tambahnya.
Dukungan untuk Inovasi Berbasis Sumber Daya Lokal
Di samping Smart Fire Fighter Motorcycle, Fauzan juga menyoroti produk kosmetik lokal bernama Selvique yang berasal dari ekstrak buah mundu hasil riset UNJ. Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan impor dalam industri kosmetik, yang saat ini masih mencapai 85%. “Nah kalau buah mundu ini datangnya dari Indonesia asli, dari negara kita. Kenapa nggak kita sendiri yang memanfaatkan?”, tegasnya.
Ia menilai bahwa inovasi seperti Selvique layak didukung penuh oleh pemerintah sebagai bagian dari strategi substitusi impor. “Kalau menurut saya seluruh yang urusan untuk substitusi impor seperti Selvique itu patut untuk didorong,” tegas Fauzan. Dengan demikian, UNJ dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi dan produk berbasis sumber daya lokal yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Artikel ini dirangkum dari sumber: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8736671/inovasi-motor-pemadam-kebakaran-unj-dilirik-kemdikti-berpotensi-atasi-karhutla